𝑲𝒂𝒓𝒖𝒎𝒆(𝑻𝒆𝒌𝒂-𝑻𝒆𝒌𝒊 𝑻𝒐𝒓𝒂𝒋𝒂)

 







Karume merupakan salah satu kekayaan sastra yang dimiliki daerah Tana Toraja. Karume juga dapat digunakan sebagaai bagian dari pendidikan tradisional yang diwariskan ke generasi muda. Karume biasanya digunakan untuk bersenda gurau dengan teman sebaya dan digunakan orang tua kepada anaknya. Karume dapat mengasah kreativitas dan memperluas wawasan seseorang. Teka teki Toraja ini pun dapat dijadikan sebagai lawakan kepada khalayak ramai.

Berikut ini teka-teki (Karume ) yang berkembang di Toraja:

1. Allina kukalessekko Dalam bahasa Indonesia artinya belilah saya maka akan kucekik dirimu Apakah itu? Jawabannya yaitu manik /rante yang artinya kalung

2. Banuanna nene’ki saratu pentiroanna artinya rumahnya nenekku seratus penglihatannya Jawabannya yaitu buria manuk (kurungan ayam)

3. Banuanna nene’ku tae’tu pentiroanna Artinya rumahnya nenekku tidak ada penglihatannya Jawabannya yaitu tallo (telur)

4.Bendan anna kondi’ , ma’dokko anna kalando artinya yaitu berdiri tapi kelihatannya pendek, duduk tapi kelihatan tinggi Jawabannya yaitu Asu ( anjing)

5.Da’dua lopi misa’ri tau ungkendekki artinya dua perahu tapi hanya satu yang menaikinya Jawabannya yaitu sandala’ (sandal)

6.Dibungka’ tang mekkondong , ditutu’ anna mekkondong artinya dibuka tapi tidak melompat tapi ketika sudah ditutup baru dia melompat Jawabannya yaitu bollok ( ingus)

7.Dikeke’ napakekke’ artinya kita yang digigit dia lalu kemudian dia membalas menggigit kita Jawabannya yaitu lada ( cabe)

8. Dipesse’ posi’na anna lessek tu matanna artinya dipencet pusarnya kemudian melototlah matanya Jawabannya yaitu senter

9.Ditanan tangia tananan , diputu’ tangia putu’ artinya ditanam tapi bukan tanaman, dibungkus tapi bukan bungkusan Jawabannya yaitu to mate ( orang yang dikubur)

10.Ditiro lalana, tang ditiro rupanna artinya kita tahu arah jalannya tapi kita tak bisa melihat rupa fisiknya Jawabannya yaitu angin

11. To siruran dao langi’ Tangsipeta’daan uainna (Orang yang berketurunan diatas langit tidak saling meminta airnya)

Jawab: Bua kaluku (buah pohon kelapa)

12.Ta’pian mellolok kayu (sekam berpucuk kayu)
Jawab: Daun buangin (Daun kayu cemara Toraja)

13. Mentioangan tangmamara (Berteduh tapi tidak kering)
Jawab: Lila (Lidah)

14. To kia’tang soro’ boko’ (Orang hamil bergeser/berjalan mundur)
Jawab: Bi’ti’ (Betis)

15. To bukku’ to bukku’ unnondoi liku (Orang bungkuk orang bungkuk mengoyangkan palung sun gai/danau)
Jawab: Pekan (Pancing)

16. Suke sembang rundu’ salu (Tabung bambu yang ujungnya terpotong miring mengikuti air)
Jawab: Suso (siput)

17. To lusau’ to lurekke sirenden asu busa’na (orang yang ke selatan orang yang ke utara memegang anjing putihnya
Jawab: uai sola burana diong salu (air bersama busanya di sungai)

18. Sangeran ditoke’ toke’ mema’tik matikan elo’ (Batu asa digantung-gantung melelehkan air liur)
Jawab: Pao dao lolokna (buah mangga di pohon)

19. Toena’ kunukkun (Peganglah supaya kumenyelam)
Jawab: Petimba uai (Timba air)
20. Toena’ kualangko (Peganglah supaya kuambilkan
Jawab: Pesumpa’ (Gala penjolok buah)

21. Mengkalaokan kemakale’ ta’pa dio randan langi’ (Turun waktu pagi langsung berada di pinggir langit)
Jawab: Mata mentiro (mata melihat)

22. Kusaile anna marira kudi’pu’ anna manaran (Kulirik ternyata liar kupungut ternyata jinak)
Jawab: Talinga (telinga)
23. Sare piona nene’ku tangdilambi’ didangkanni (Celana kain compang-capingnya/koteka nenekku tak terjengkali/terukur)
                 Jawab: Lalan (jalan)

24. Indo’ lai’ diong to tallang metamba-tamba laboko (Ibu di bawah rumpun bambu berteriak-teriak akan mencuri)
                 Jawab: Kaduaya/kadoya (burung gagak)

Inilah sebagian kecil dari teka teki yang berkembang di Toraja. Lucu dan memacu imajinasi. Namun sebagai salah satu putera daerah Toraja, terselip suatu kekhawatiran melihat budaya Karume semakin hari mulai ditinggalkan. Anak muda cenderung lebih tertarik kepada budaya- budaya barat . Oleh karena itu dibutuhkan peranan dari berbagai pihak terutama pemerintah lokal untuk menggencarkan pengenalan sastra Toraja terutama karume. Salah satunya yaitu dengan menggalakkan mata pelajaran muatan lokal yang berbau kebudayaan Toraja kepada pelajar . Jangan sampai anak muda kita menjadi orang asing di tengah kebudayaan tradisional Tana Toraja sendiri.

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya Toraja

Berbagai macam makanan khas toraja